Detail Cantuman Kembali

XML

analisa risiko penggunaan refrigeran pengganti R-22 menggunakan metode FMEA (failure mode and effect analysis)


Sistem refigerasi saat ini memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, khusunya dalam bidang perkapalan, kebutuhan refrigeran sangat diperlukan untuk pengiriman dan penyimpanan logistik dalam kapal. Refrigeran R22, seperti yang di cantumkan dalam peraturan mentri perindustrian nomor: 41/M-IND/PER/5/2014 bahwasannya pada peraturan tersebut dituliskan untuk penghapusan HCFC-22. Terdapat alternatif pengganti seperti refrigeran R-32, R-410a dan R-290 namun pemakaian refrigeran jenis ini juga menimbulkan masalah baru, terutama kerusakan pada mesin refrigerasi, masalah-masalah yang timbul akibat rusaknya part atau komponen dalam mesin ini berpengaruh pada sistem pendinginan itu sendiri. Dalam penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode FMEA (Failure mode and Effects Analysis). Didapatkan hasil perangkingan RPN (Risk Priority Number) dengan jumlah prioritas risiko yang memberikan angka paling besar pada kompresor dengan nilai 729 atau ratio 72,9% perhitungan terhadap refrigeran, pada kondensor nilai 648 atau ratio 64,8%, pada katup ekspansi dan alat bantu nilai 700 dengan ratio 70%, dan untuk evaporator nilai 392 atau ratio 39,2% dari nilai maksimal risiko dalam FMEA. Dalam perhitungan dan perangkingan tersebut akan dibuatkan mitigasinya.
622.20.13 Fri a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2020
Surabaya
xv, 679 p. : ill. ; 30 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...